REVIEW FILM: THE NEW RULLES OF THE WORLD

Film dokumenter ini menceritakan mengenai keadaan ekonomi dan globalisasi yang terjadi di negara ketiga, khususnya di Indonesia. Film buatan John Pilger ini menceritakan bagaimana negara kapitalis menguasai negara ketiga dan menjadikan negara tersebut sebagai sumber yang dibabat habis oleh berbagai kepentingan mereka sendiri tanpa melihat dampak yang mereka perbuat.

Pada film ini, John Pilger memberikan contoh globalisasi yang terjadi di Indonesia. John Pilger memberikan contoh dimana perusahaan multinasional ternama yang mempunyai pabrik di Indonesia, dan perusahaan itu memperkejakan para buruh dengan cara yang tidak baik seperti para buruh mendapat gaji yang murah, buruh tidak mendapat sanitasi kesehatan yang baik dan para buruh dipaksa bekerja selama 36 jam di ruangan yang sangat panas (dibawah lampu neon dengan suhu 40 derajat celcius) kemudian para buruh dipaksa menyelesaikan batas minimal produksi yang sudah ditetapkan perusahaan. Para buruh yang mengalami ekspolitasi tersebut tidak dapat menyuarakan haknya karena jika itu terjadi para buruh akan dihukum dan diberhentikan dari pekerjaannya.

Rendahnya lapangan pekerjaan di Indonesia, menjadi salah satu faktor para penyebab masalah ini, itu menyebabkan banyak dari penduduk yang rela bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mahal, itu dimanfaatkan oleh perusahaan asing untuk meraup keuntungan yang sangat besar tanpa mengeluarkan banyak uang dengan cara mempekerjakan mereka di pabrik yang mereka buat di Indonesia dengan gaji yang sangat rendah. Dalam film ini John Pilger meliput sendiri situasi pabrik menggunakan kamera tersembunyi, dan sangat mengejutkan hasilnya, para buruh yang didominasi oleh para wanita muda itu bekerja di dalam pabrik yang sangat panas, tanpa sirkulasi udara, penuh sesak, dan dengan keadaan yang tidak kondusif. Dan yang membuat miris adalah perusahaan tempat dimana mereka bekerja, menjual produk mereka dengan harga yang sangat mahal tetapi di sisi lain, mereka hanya memberikan upah yang sangat murah kepada buruh.

Film ini juga mengungkapkan bagaimana organisasi seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank memasuki negara ketiga seperti Indonesia demi mencapai suatu kepentingan dengan cara mengintervensi kebijakan negara tersebut, dan para organisasi tersebut masuk ke negara ketiga dengan alasan ingin "membantu mensejahterakan masyarakat", padahal kenyataannya organisasi tersebut hanya ingin menguasai negara tersebut, benar saja pada saat rezim Soeharto, organisasi tersebut berhasil masuk ke Indonesia dan organisasi memanfaatkannya dengan cara memberikan pinjama kepada Indonesia dengan dalih untuk memperlancar pembangunan nasional, tetapi apa yang terjadi? pinjaman tersebut digunakan bukan untuk membangun Indonesia tetapi pinjaman itu di korupsi oleh pemerintah pada rezim itu, dan pada saat masa pinjaman habis, rakyat lah yang menanggung semua beban hutang itu.

Pada film ini John Pilger mewawancarai Stanley Fischer yang selaku wakil direktur IMF (International Monetary Fund), John Pilger menanyakan kemungkinan penghapusan hutang demi meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Dan terungkap bahwa rezim yang berkuasa dan didukung oleh Lembaga Keuangan dunia dapat menimbulkan diskriminasi terhadap hak asasi manusia dan pencabutan subsidi lisrik dan bahan bakar sumber daya akan semakin mempercepat kemiskinan.

fillm ini sangat mewakili negara-negara berkembang seperti indonesia tentang permasalahan ini, bukan rahasaia publik dunia lagi kalau negara besar sangat memanfaatkan kehidupan masyrakat miskin indonesia,khususnya buruh-buruh pabrik. kesimpulan dalam film ini adalah kebijakan yang diberlakukan di indonesia hanya menguntungkan bagi mereka yang  kaya dan semakin miskin bagi si miskin.

Komentar

Postingan Populer