Nahkoda Sesat

Berharap agar seseorang untuk mengingat saya dengan tujuan kembali berdua, mengulang kisah & menikmati rasa itu adalah kekejaman yang sangat nyata. Berasumsi bahwasanya manusia lain memliki satu jalur inti pemikiran dan perasaan, agar ego ini terpenuhi serta rindu ini terobati. Bukannya tidak ingin melepas, dan terus berada dalam kubah bayang-bayangnya. Namun lemahnya nahkoda kapal perasaan dalam menentukan arah, yang terombang ambing dalam badai kesepian. Memutuskan berlayar sendiri ditengah gelapnya badai, tanpa awak dan tanpa tujuan yang membantunya. Dahulu dia terkenal sebagai nahkoda kuat layaknya badak tempur, tanpa takut dan tanpa ampun. Namun sekarang hanya manusia sirkus yang ditertawakan dan disaksikan oleh orang yang mengenalnya, kehancuran lah alasan sehingga dia berusaha mencari jawaban atas apa yang dibutuhkan. Kehilangan segala yang dia perjuangkan, kehilangan segalanya yang dia rindukan. Berusaha mempertahankan dengan memegang erat, melakukan segalanya sehingga  tersesat akar jati dirinya. Karena terkikis oleh kebahagiaan yang bias, dan terbawa alur cerita drama romansa remaja. Bukan saya melebih-lebihkan kehilangan ini, dan menginginkan rasa iba orang lain. Namun kesepian dan kehampaanlah, yang telah mengakibatkan ini. Salahkan lah dunia kenapa memberikan saya luka ini, salahkan lah semesta kenapa mempertemukan namun memisahkan.

Komentar

Postingan Populer